siasat

Sabtu lalu, seperti Sabtu-sabtu yang lain.Mengajar dari pagi hingga petang dengan istirahat 15menit saja. Tidak ada yang istimewa. Jam menunjukkan pukul 14 siang, kelas no5, dengan AC sejuk 16′C tempatku mengajar di Gita Svara Tebet diketuk pelan pintunya. Kepala kecil berambut ikal sebahu nongol dari balik pintu.
"Kak Arvin? sudah jam dua ya?". Namanya Zane, anak kelas 4 SD yang sudah hampir 6 bulan setia les vokal sama aku. Dari balik kacamatanya, Zane kelihatan  semangat dan penuh harap.
Aku mengangguk dan tersenyum. Aku sudah duduk di depan piano upright hitam sejak pukul setengah 8 pagi.*pegel juga*.
Zane masuk ke dalam ruangan. Ternyata ngintil di balik badannya, Vashti, adik Zane gadis kecil lain muridku, umurnya 8 tahun dan sudah setahun lebih les vokal sama aku. Rambutnya yang panjang dan lurus bikin kelihatan manis wajahnya.Vashti sudah selesai les dengan aku jam 13.30 tadi. Seperti biasa Vashti duduk menunggu kakaknya selesai les vokal sama aku.
"Kak Arvin aku mau diajarin lagu Kembali ke Sekolah dong.AKu suka banget lagu itu.." rengek Zane.
"Boleh sekali-sekali minta lagu tapi lain kali Kak Arvin yang pilih lagunya ya.." jawabku.  
Zane berdiri di sebelah kiriku. Aku memulai latihan vokal rutin untuk anak-anak.
"do re mi fa sol fa mi re do…lalalalalalalalala…"
aku mendengus sambil memainkan tuts piano. Bau apa ini? Bau bawang bombay menyengat. Vashti lagi asik duduk sambil membuka-buka buku kakaknya. Zane mangap-mangap mengikuti pola latihan vokal.
"oh, ini toh sumbernya?" huhuhu…aku ngga suka bau mulut orang selesai makan bawang bombay. Apa aku cukup betah 30 menit ke depan dalam dekapan aroma ini? Kelas ber_AC bikin udara yang bau berputar-putar di dalam kelas.Aku berpikir..

"Zane habis makan siang yaa??" kataku sambil memainkan tuts piano.
Zane menghentikan menyanyinya…
"Iya…kok Kak Arvin tahu sih??" matanya berbinar. "Tahu dong."
"Tadi cuma makan kue aja.." jawab Zane.
"Masa sih? Tadi siang makan siangnya apa?"
Vashti menghentikan membaca buku catatan Zane dan memandang aku dengan penuh selidik.
"Ooo..tadi makan Hoka-Hoka Bento sama Mama"…
"Hmmm..pantas saja bau bawang.." kataku dalam hati.
Aku mengambil permen karet Xylitol dari tasku.
"Ooo, Kalau habis makan, makan permen karet ini. Udah pernah coba?"
Zane melihat permen karetku.Tampaknya dia belum pernah makan ini. Diambilnya satu butir, dan sebelum dimakan,"Kak Arvin, memang ngga apa-apa nyanyi sambil makan permen?"
"Oh, engga apa-apa soalnya kalau habis makan terus makan permen itu jadi segar. Lagian Kak Arvin mau sekalian mengajarkan pengucapan yang dibantu dengan mengunyah permen…" jawabku taktis.Zane pun mulai mengunyah permen.
"Vashti mau juga?" tawarku ke Vashti.
Vashti masih melihat dengan penuh selidik.Permen karet dari aku diambilnya satu terus mengunyahlah dia.
"Kak Arvin kok tahu sih Zane baru aja makan?" tanya Vashti.
Zane melanjutkan latihan vokalnya, dan sambil memainkan piano untuk Zane, aku sempat gelagapan berpikir tentang jawaban yang tepat.
"Hmmm.kak Arvin bisa tahu dari ekspresi wajah Zane yang berbinar-binar.." jawabku sambil menggerakkan tangan di sekeliling wajah untuk menjelaskan maksudku.
"Oya?" jawab Zane sambil tersenyum senang. Vashti kelihatan lega, sudah memperoleh jawaban yang sedikit aneh tapi masuk akal.
Kemudian keduanya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Vashti membaca buku, dan Zane latihan vokal dengan iringan aku. Aroma bawang bombay sudah berganti mint segar. Siang itu ruangan kelas no5 tidak jadi bikin aku pusing.

10 Responses so far »

  1. 1

    In-DaH said,

    June 11, 2008 @ 9:10 pm

    Hihihihihi…
    Lucu juga siasatnyah…
    Hal sepele tapi sungguh berpengaruh…

  2. 2

    Yofi said,

    June 13, 2008 @ 9:37 am

    akang arvin..

    haha, aya aya wae..

  3. 3

    poutz said,

    June 17, 2008 @ 11:58 pm

    BHUAKAKAKAKAKAK !!!
    taktik yang bageeuusss…..

    Bhuahakakakakak…
    Lha, klo masalah’nya adalah bau badan gimana Koeng? Lha, mosok disuruh ngunyah deodoran? (kan agak repot, klo make deodoran sambil nyanyi?) Bhuahahahaha…

  4. 4

    Imas said,

    June 21, 2008 @ 6:39 am

    hahahahaha….
    bisa aja ni kang, coba aja imas yang jadi “Zane” pastinya ga kan mau ambil permen Xylitol yang mas tawarin…malah bakal sengaja mangap2 di deket mas arvin huehuehuehue…..

  5. 5

    arvin said,

    June 22, 2008 @ 8:12 am

    buat putri:
    siasat yang pernah terpikirkan tentang bau kettex adalah, meminta muridku pergi fotokopi lagu baru di ruang administrasi dan kemudian diam-diam aku selipkan ‘bedak harumsari’ ke dalam tasnya dengan ucapan,’selamat mencoba’.hihihihi

  6. 6

    Tri Adi said,

    July 2, 2008 @ 3:58 am

    Arvin… selalu banyak akal kalo dari dulu he.heh

  7. 7

    c A n said,

    July 6, 2008 @ 8:11 am

    Kayaknya ini iklan permen terselubung deh.Yang namanya Zane dan Vasthi itu kan cuman karakter rekaan semata.Setelah aku cek di GitaSwara,gak ada tuh yang namanya itu.Besok iklan apalagi niy?
    :p

  8. 8

    arvin said,

    July 7, 2008 @ 7:06 am

    iya, can, sepupuku dari padang yang bengal.namanya Faisal Yunazar biasa dipanggil Ican, anaknya Etek Yet, adik Bapak.Saudaranya Ipey dan Bang Fahmi.ini memang terselubung.heheheh.puas ya?

  9. 9

    Lia said,

    November 8, 2008 @ 4:04 am

    Vin, mo tanya apa Ican ini nama nya faisal yunzar dan alumni SMA 2 Padang angkatan 94? kalau iya dia dimana sekrang?

  10. 10

    c A n said,

    November 25, 2008 @ 4:27 am

    Lia..lia…haloooo..
    Nanyain gw y?
    Hihihi,numpang ya vien,ktemu tmn lama nih.

Comment RSS

Say your words