Menjelang ke Jepang
Sebentar lagi aku kembali menikmati indahnya pemandangan awan gemawan dari atas langit.
Alhamdulillah Allah membiarkan aku boleh menikmati salah satu ciptaan yang paling aku kagumi: perpaduan langit, bumi dan awan dari atas pesawat udara. Selasa pagi besok perjalananku dengan Cathay Pacific via Hongkong menuju Jepang selama 10 hari. Sekarang ini aku pergi bukan sebagai pemimpin tapi sebagai penyanyi (wow leganya…heheh). Dengan Batavia Madrigal Singers ini kami bakal berkonser dengan Kanazawa Orchestra, salah satu orkestra terbaik di Jepang ke beberapa kota: Nagoya dan Tokyo, selain berkunjung ke Kyoto dan Osaka.
Sebenarnya berat juga sih meninggalkan banyak rutinitas dan kewajiban selama di Indonesia, apalagi baru 2 bulan lalu aku baru datang dari Hongaria dalam rangka memimpin Agria Swara IPB di lomba paduan suara internasional yang berakhir mengesankan itu. :). Banyak pe-er yang harus dikerjakan, membayar hutang-hutang mengajar, memulihkan citra pembolos di mata murid dan orangtua murid (hihihi…) dan mempersiapkan PS Unpad menuju Kompetisi Paduan Suara Unpar Agustus akhir nanti….dan yang paling penting..memulihkan keuangan..h.ahaha..
Tapi tawaran asyik BMS ke Jepang dari akhir tahun lalu nggak kuasa aku tolak. Sebenernya kali ini situasi keuangan nggak begitu indah, karena iuran BMS buat ke Jepang nggak se-enteng akhir tahun lalu waktu ke Makau dan Perancis (tiga minggu bow). Kali ini serasa dikejar-kejar debt collector aja karena perkembangan urunan yang membengkak membikin anggota BMS mabok tujuh keliling.
Hmmm,tapi detik-detik terakhir ini…berkat amalan doa Al-Insyirah yang indah itu, yang rajin aku baca setiap shalat, terbukalah banyak jalan rezeki dari Allah, salah satunya kok datang ngga disangka-sangka dari owner Gita Svara, Ibu Yeni. Baru tadi sore aku sama Mbak Nana pamitan ijin ngga ngajar, Ibu Yeni ‘titip’ bingkisan kertas yang isinya masing-masing…100 dollar US.
Bener lho…Aku sampai bingung harus ngomong apa karena kebaikan hati yang mendadak ini. O…ekstenku ke Jepang jadi makin nyaman nih..heheh. Lumayan mengurangi beban debt collector BMS yang agak mencekik itu..
Oya, penghujung kegiatanku dengan BMS nanti, aku bakal berkunjung dan stay sejenak di rumah Isao, di pinggiran kota Kobe. Isao ini salah satu teman terbaikku selama 2 kali ikut Asian Youth Choir di Jepang. Dia berbaik hati dan menerima dengan tangan terbuka kunjunganku ke sana. Bersama Seiko dan Yuji, teman AYC juga, aku bakal diajak jalan-jalan ke tempat-tempat menarik di sekitar Kobe. Belum tau sih mau ke mana. Tapi aku akan menikmati sekali jalan-jalan ke tempat sobat-sobat Jepunku ini.
Foto-fotonya seperti biasa aku share di Multiply sesudah pulang nanti. Di Jepang karena sistem telekomunikasinya beda sama Indonesia, aku ga bakal bisa terima tilpun maupun sms. Alhasil kalau mau berkontak ria mungkin harus tilpun dari tilpun yumum atau pake internet yang koneksinya ekstra cepat tapi mahal. Lihat-lihat nanti ya…
Florian said,
June 16, 2007 @ 8:41 am
siap2 kepanasan yah, vin~
Di Korea aja udah panas banget… HIKS
HeLmee said,
June 20, 2007 @ 11:00 pm
100 dollar US,hmm lumayan juga tuh mas,,,
Have a nice trip =)
christine said,
June 21, 2007 @ 1:54 am
wahhh jalan2 trus niy ;p moga sukses aja ya kak….kita tunggu cerita2 serunya dari negeri sakura ;p
In-DaH said,
June 21, 2007 @ 6:44 pm
Have A Nice Trip!!!
Have A Great Concert with Great Orchestra and Choir !
Have A Great Gift From Allah !
Imas said,
June 28, 2007 @ 10:06 pm
Ya Allah mas arvin,ambo ngiler banget ngeliat mas arvin jalan2 mulu. Sukses ya buat semua kegiatan selama di Jepun sana.Jangan lupa bawa oleh2 ya kan dapet 100 dollar US…kalo rezeki kan musti bagi2 hehehe,,