Archive for March, 2007

gini nih ceroboh kalo lagi cape

Kebiasaan lupa sama barang kembali kumat, nih. Kamera digitalku ketinggalan di ruang duduk di terminal 1 Changi, gara-garanya seperti biasa karena ngobrol-ngobrol sambil makan terus buru-buru dipanggil untuk ikut freetour Singapore. Baru sadar ketinggalan waktu mau berangkat dan masuk ruang check passport. Jadinya ya balik ke tempat semula ngambil kamera, ga ketemu (karena ternyata sudah dibawa sama teman) dan akhirnya ga ikutan tour. Gapapa lah, untungnya udah pernah ke Singapura, jadi ngga ngebet amat.

Tapi dalam kondisi yang cape gini kayanya memang harus lebih teliti sama barang dan jaga-jaga. Aku jadikan  pelajaran di hari pertama nih…

Mudah-mudahan besok-besok ga ada masalah.

Comments (3) »

A thing make me feel blessed

Ada satu bagian dalam setiap perjalanan jauh ke Eropa yang selalu aku tunggu-tunggu.
Hehehe…  ^o^
jangan berharap momen itu adalah momen belanja! Karena aku pada dasarnya ngga begitu suka belanja. Untuk diri sendiri boro-boro, karena uang saku selalu dipakay beli oleh-oleh atau pernik-pernik buat orang lain. Kalau sampai di Indonesia sudah habis dibagi-bagi, paling yang tersisa buat diri sendiri ya: beberapa potong coklat, beberapa gantungan kunci dan peta (tentu saja!).

Satu yang selalu aku tunggu adalah.. momen di atas pesawat.
Heheheh…
bukan pula saat mencicipi makanan (itu mah memang keharusan buat ganjal perut) atau menixmati hiburan lewat tivi mungil di depan mata.
Tapii…
menikmati awan yang lagi berarak-arak di bawah dan di atas kita dengan perpaduan langit, laut dan daratan yang sangat menakjubkan! (biasa banget, ya??)
Buat yang sering naik pesawat mungkin hal itu sudah biasa, tapi buatku kok ya ngga ada bosannya.
Mmmm…
makanya paling enak dapat seat di pesawat yang bersebelahan langsung dengan jendela. Sambil ditemani musik klasik yang ringan, dengan tangan di dagu dan hidung menempel di jendela,.. pikiran melayang menyusuri awan-awan putih yang berarak dengan beragam bentuk yang sangat-sangat indah. Menyaksikan daratan di bawah yang begitu jauh, dengan beragam kontur yang terbentuk dari hutan, sawah, pedesaan, kota, jalan, sungai… Laut yang jernih biru, dengan titik-titik putih kapal atau bongkahan kecil daratan, disaput awan yang tersebar sejauh mata memandang.

Suasana tenang, hati tentram, kadang alunan doa terpuji dari relung hati, kadang berganti dengan pikiran-pikiran tentram yang menyejukkan karena pandangan mata dilenakan oleh pemandangan ciptaan Tuhan yang jarang disaksikan. Aku merasa terberkati… It make me feel blessed.

Salah satu momen paling menakjubkan buatku ketika di atas pesawat,… ikut  menyaksikan pergantian malam menjadi terang. Yang aku saksikan nggak terjadi secara tiba-tiba, tapi dimulai dengan pekerjaan Maha Agung yang sangat detil dan indah.
Dimulai dari segaris cahaya tipis berwarna ungu kemerahan di garis cakrawala, perlahan memendar menjadi berbagai macam warna pelangi menerangi dua belahan cakrawala. Dihiasi bintang-bintang atau terkadang bulan, warna pelangi sebatas garis cakrawala itu perlahan menerang dan memperluas spektrum warnanya ke seluruh penjuru langit sampai warnanya mampu mengubah biru tua langit menjadi semakin muda dan terang.

Momen itu aku abadikan ke beberapa foto, tapi perasaan jiwa sepertinya tidak bisa digambarkan bahkan melalui kata-kata. Yang terucap saat itu cuma puji syukur, perasaan terberkati dan alunan pujian kepada Allah sang Maha Pencipta. Aku pikir itu salah satu poin terpenting kenapa agama menganjurkan bangun pagi (bahkan shalat subuh…astaghfirullah susahnyaa..) supaya kita tahu bersyukur, menikmati keagungan Tuhan dan takzim kepada-Nya.

Besok malam, setelah seharian menunggu di sudut-sudut belanja Singapura, adalah hari berangkat ke Budapest. Aku sangat bersyukur untuk bisa menikmati momen terpenting dalam setiap perjalan jauhku. Semoga ini menjadikan aku makin dekat kepada Allah Maha Pencipta. Amin.

No comment »

Next Journey: Budapest

Tanggal 30 Maret depan aku sama Agria Swara IPB Insya Allah akan berangkat ke Budapest untuk mengikuti kompetisi choir di rangkaian Musica Mundi, International Budapest Choir Competition, Hungary.
Kompetisi kali ini terasa berat buatku karena ternyata secara teknis ternyata perlu kerja keras. Tim kali ini belum solid secara materi, karena sejujurnya semangat teman-teman kali ini jauh di bawah semangat waktu pertama kali pergi ke Jerman 2005 lalu. Ini sedikit banyak berpengaruh sama semangat untuk bernyanyi.
Padahal dukungan rektorat dan akses yang diberikan untuk cari dana, aku rasa ngga akan bisa ditemukan di universitas lain, even di Unpad! Heheheh.
Selain itu kondisi finansial yang sangat memberatkan (dari yang aku tahu dari panitia), karena tiket pesawat yang logikanya murah di low-season ternyata lebih mahal dari high-season dengan alasan dari travel yang menurutku ngga masuk akal. Tapi mau apa lagi. Aku sendiri ngga bisa banyak membantu dari segi kepanitiaan (maaf ya…)karena kesibukan dan akses yang tidak seluas teman-teman IPB. Mudah-mudahan sisa waktu kurang dari 2 minggu ini ada mukjizat buat teman-teman IPB supaya dana bisa tertutup.AMIN
Di luar hal itu, ada banyak hal yang bisa aku dapat dan (tentunya) teman-teman IPB ,dengan keikutsertaan Agria Swara di lomba paduan suara internasional ini. Paling utama dalam perluasan wawasan dan cakrawala pengetahuan. Ini perlu digali dengan searching web  atau buka-buka buku tentang Hongaria sebelum berangkat  ke sana.

Setelah akyu baca-baca dan sedikit searching, Hungaria (bahasa bakunya Hongaria) sebenarnya negara yang sangat cantik (paling tidak 6 tahun lalu waktu aku pertama kali berkunjung) dengan banyak bangunan bersejarah dari masa Romawi sampai Komunis-sosialis di era perang dingin. Kedatangan kita ke Hongaria di musim semi, tentu saja menambah pengalaman baru menikmati suasana musim bunga yang tidak pernah ada di negara tropis seperti Indonesia. Di www.yahoo.com, cuaca nanti masih cukup dingin karena baru aja mulai musim semi dari musim dingin dengan suhu udara 4-15 derajat celcius. Puncak aja kalah dingin.

Dari pertama kali mempelajari lagu-lagu Hongaria (yang mau dibawain pas kita konser) udah bisa keliatan kalau bangsa ini unik (atau tepatnya ribet.heheh). Kalau sempat (niat) mempelajari sejarah mereka dan intrik-intrik politik masa lampau yang menyebabkan mereka bisa seperti sekarang, ternyata Hongaria cukup seru juga. Aku sih tau secukupnya aja lagian pusiing.Hehehh.

Oya, teman-teman IPB selama di sana selain berkompetisi, akan berkonser di dua tempat. Rencana membawakan karya-karya Hongaria dan folklore Indonesia.

Aku sebenernya mau upload foto-foto Hongaria di sini tapi berhubung udah habis jatah jadi ya, ga bisa upload.heheheh.
Ya segitu dulu. Nanti reality-nya aku tulis sesudah pulang dari sana yak.
Minta doanya aja…n kalau ada info seru tentang Hongaria, kasitau ya.

Comments (5) »

asiaccatura!

TCimg2151hank’s to Ivan yang udah ngajak aku gabung sama Asiaccatura!

Februari lalu aku menikmati hari-hari yang menyenangkan dari 18-28 Februari 2007, dengan Seiko, Rangoon+Thong, Hiroko, Akemi, Daniel (minus Eri), juga teman-teman Indonesia: Ivan, Pepi, Frits, Ona, Ita,Lia, Budi. Resikonya, karena ada semacam ‘karantina’ harus fokus sama menyanyi dan latihan, jadi kelimpungan ngatur waktu mengajar. Tapi pengalaman di Asiaccatura sangat sayang untuk dilewatkan.

Latian buat konser kerasa kurang sih, cuma empat hari itu pun nggak efektif. Tapi menurutku yang terpenting bisa kenal lebih dekat sama teman-teman dari luar, dengan segala keajaiban tingkah laku yang tak terduga sebelumnya.hihihihi… ^_^

Asik..tahun depan Daniel udah plan konser di Singapura!

\(^0^)/         huray!

Aku jadi semangat untuk nyanyi lebih baik lagi biar tahun depan bisa lebih mantep gabung ama Asiaccatura.

(~^_^)~  (~^_^)~  (~^_^)~   (tari hula-hula)

~(^_^~)  ~(^_^~)  ~(^_^~)     

Oya di akhir-akhir pertemuan kita, Aku-Akemi dan Hiroko sudah bikin perjanjian keramat untuk tahun depan ketemu dengan bahasa Inggris yang lebih baik, dan aku belajar lebih baik bahasa jepang, sementara mereka belajar bahasa indonesia lebih baik. lumayan ada target heheh. Maklum ternyata aku kalah canggih sama Ivan dan Pepi dalam hal tjas tjis tjus bahasa Inggris.  (>_<)  maluuu…

Jadi, next time kalau mau ngungkapin pendapat yang lebih ‘berat’ dalam bahasa Inggris nggak akan keganjel lagi sama kosa kata. Janjii yaaaa… 

Senang juga lihat teman-teman dari Unpad anak-anak baru segabruk-gabruk pada nonton di Bandung…heheh.Terima kasih ya, dik-adik. Mudah-mudahan kalian makin cinta menyanyi dan terinspirasi.

(^o^)/~~

Comments (2) »