Archive for November, 2006

Di Macau, terus ke Perancis dan Spanyol

Udah hampir seminggu  sejak pulang dari Perancis kemarin, jiwa ini masih enggan kembali. Terbukti dari jetlag yang belum sembuh betul, karena otak dan fisik masih mengikuti ritme kegiatan di Eropa yang 6 jam lebih lambat.Alhasil, aku baru bisa tidur menjelang subuh dan bangun kesiangan!

Ooo…perjalanan tiga minggu penuh menyusuri negeri oriental dan Eropa di musim gugur sangat menyenangkan. Aku dapat banyak pengalaman baru, memuaskan impian yang belum kesampaian selama berkunjung ke Eropa yang lalu-lalu. Alhamdulillah aku boleh menikmati suasana hidup di negara lain melalui kegiatan bernyanyi (dan menari!). Batavia Madrigal Singers jadi pahlawan petualanganku kali ini… (^_^)

Setelah konser Singapura selesai, hari pertama lebaran 2006 terlewatkan di pesawat menuju Hongkong (pagi shalat Ied). Pertama kali menginjak Hongkong, langsung naik beus 1/2 jam-an ke dermaga ferry. Menuju Macau, 1 jam ferry dari Hongkong emang alternatif satu-satunya.

Awalnya aku ngga begitu tertarik dengan Macau (meskipun konser emang di sana) karena aku baca dari artikel, peninggalan Portugis ini terkesan kumuh dan ngga maju. Ternyata pengalaman Picture_178bertualangku meluap, begitu tau ternyata ‘negara dalam negara’ ini (Macau bagian dari Cina tapi mata uang, ekonomi diurus sendiri), punya cara unik untuk mempertahankan sejarah dan identitasnya. Bahasa Portugis masih dijadikan bahasa resmi selain bahasa Cina. Jadi di mana-mana di kota ini, tulisan dan informasi berbahasa Portugis dijumpai di mana-mana, belum lagi bangunan=bangunannya yang masih rapi dipelihara dalam nuansa mediterania. Dalam beberapa tempat kerasa banget kalau kita seperti bukan berada di Cina tapi serasa di Eropa.

Yang paling asyik di Macau, selain konser sama orkestra keren bak CD-music, konser di bangunan tua, yang paling penting adalah bobo di  hotel berbintang yang sangat memanjakan dengan kamar deluxe, makanan cina sepanjang hari yang sangat berselera dan mengenyangkan.MMMMM….slurp.Nyam Nyam…Pas di Macau inilah penyakit batuk dan radang tenggorokanku mulai menggejala.

Habis dua kali konser di Macau yang menyenangkan, terbang ke Paris transit di London (!!1st time. Thank’s GOD), mendarat di Paris dalam cuaca berkabut 14′C,dimulailah petualangan menyanyi dan ‘belanja pemandangan’ Eropa.Musim gugur yang cuacanyaMakanin_burung
sejuk menggigit, dengan pohon-pohon yang berganti warna cerah sepanjang jalan:kuning, merah…Ooo…kapan lagi aku bisa menikmati pemandangan ini?? Eropa nggak pernah membosankan.

BMS stay di Etap Hotel, St.Lo sama grup Ateneo,Filipina. Kita diprogram untuk nyanyi dengan tarian dan pakaian yang agak ribet, konser di berbagai kota, dan tour ke berbagai tempat wisata menarik di Normandy, dan ini nggak bikin radang tenggorokan dan batuk sembuh…Tapi kalo Aku_lagi_sakit
mikirin sakit dan ngga ngejabanin jalan-jalannya, ya sayang banget: St.Michel, De La Hague-semenanjung di Perancis, pelabuhan St.Vaast. Masa dilewatkan? Dalam beberapa konser untuk nada-nada tinggi aku cuma bisa lipsync…hehehe. Tapi aku berjuang nenggak banyak obat untuk sembuh ,kok..
Habis konser2 di Normandy, kita melanjutkan terbang ke Biarritz, Perancis dan dilanjutkan ke Tolosa, Basque, Spanyol. Kompetisi paduan suara sudah menunggu. Tapi sebelum itu beberapa hari sebelumnya BMS konser ke berbagai kota di wilayah Basque, di gereja-gereja bersejarah dan antik. Alamnya permai, udaranya menggigit, makanannya ajaib-ajaib…

Kompetisi yang susah payah aku usahakan (karena berjuang dari sakit) akhirnya aku lewatiKonser
bersama BMS dengan suara yang nyaris sembuh. Tapi kita nggak menang sama sekali. Aku pikir karena peserta dari negara lain lebih siap dan lebih bagus dari kita.Tapi aku ga begitu peduli, karena pengalaman dengan BMS ini bisa memberi banyak pengetahuan dan pelajaran,selain memuaskan darahSpain_girl
petualangku..menyusuri negeri-negeri yang belum pernah aku nikmati sebelumnya…Apalagi punya kesempatan ke kota tepi pantai San Sebastian di Spanyol, aduh…serasa kekalahan BMS terlipur sejenak. Keren betul!Stsebastian

Lima hari di Paris menunggu penerbangan ke Indonesia juga memberi pengalaman baru buat aku. Aku udah pernah ke Paris 3 kali sebelumnya tapi kali ini bikin sensasi baru karena aku bisa jungkir balik keliling kota (berlebihan), dan bener-bener bisa mengenal Paris lebih dekat…tempat partitur, gedung-gedung antik, taman-taman indah, istana Versailles (my first time!), juga kembali ke Notredame. Aku percaya banget sama tuahnya menginjakkan kaki di point zero Paris di pelataran itu, yang bermitos, kalo injak pont zero-nya sambil make a wish, kita dipercaya bakal balik lagi ke Paris. Kenyataannya demikian!ehehe…Madeleine

Malam terakhir di Paris aku lewatkan sendirian.Benar-benar sendirian, di depan menara Eiffel, di rumput taman dari jam setengah sepuluh sampai jam sebelas, berdingin-dingin dalam cuaca 8 derajat celcius untuk sekedar mensyukuri keberadaanku di sana, menikmati kelip lampu Eiffel yang indah dan memperhatikan orang-orang bercengkerama…Mmmmm..So sweet… (^_^)

Life is beautiful..Makasih ya, untuk paduan suara yang sudah bikin aku bisa menikmati semua ini…

\(^0^)/


===Sebagian foto-fotoku aku albumkan di www.arvinzen.multiply.com===

Comments (4) »