Archive for September, 2006

kenangan, andenken, memory ^_^

SMA 3 Malang, upacara bendera pagi jam 7 hari Senin…Aku ada di barisan kelas 1-1. Amanat pembina upacara sudah selesai—>kepala sekolah kembali manyun di depan ratusan siswanya. Doa wesewes juga baru saja selesai…Ini saat yang selalu aku tunggu. Aku celingukan di antara kepala-kepala teman-temanku yang pendek-pendek itu. Maqlum termasuk berbadan tinggi, jadi kudu ada di baris belakang.

Paduan suara senior kelas 2.Mereka di depan barisan siswa, menghadap kami. Dengan seragam rompi warna hijau, menurutku mereka tampak berwibawa. Kepsek baru saja mengumumkan kalau mereka baru ikut lomba paduan suara tingkat provinsi, tapi dari gosip gemosip, mereka ga bawa medali apa-apa.hihihi. Ah peduli amat.

Pak Blewah, guru fisika kami,pelatih paduan suara sekolah ada di samping paduan suara dekat deretan guru.Dengan wajahnya yang mirip blewah itu (panggilan yang kejam dari siswa SMA 3 turun temurun), ia memasang mimix serius dan siap meniup stemfluit untuk memberi nada dasar buat paduan suara kelas 2. Mereka mau menampilkan lagu yang dibawakan waktu lomba..

Semua siswa terdiam mendengarkan paduan suara kebanggaan kami itu mulai bernyanyi, "Nyiur hijau di tepi pantai, siar-siur daunnya melambai.Padi mengembang kuning merayu, burung-burung bernyanyi gembira.Tanah airku tumpah darahku, tanah yang subur kaya makmur.Tanah airku tumpah darahku, tanah yang indah permai nyata." Mereka bernyanyi indah dan merdu menurut pendengaranku saat itu, jauh lebih OK dibandingkan paduan suara kelas 1 kami yang berantakan dan cuma punya satu lagu andalan: Padamu Pahlawan (aku termasuk di dalamnya). Aku dengar tenor dan bas yang keren menyanyi di bagian "Burung-burung bernyanyi gembira" tapi keburu disusul ketawa jahil anak-anak cowok, karena mereka keburu ‘berfantasi yang lain’ tentang bagian lagu itu.Ddasarr…!

Lagu ini ditutup dengan solo sopran yang menyanyi satu oktaf di atas penyanyi sopran lain dalam bagian "permai nyata". Semua bertepuk tangan riuh tanda senang.

Paduan suara sekolah ini menginspirasiku untuk makin mencintai paduan suara, dan terutama lagu Nyiur Hijau itu. Bertahun-tahun aku kemudian lulus sekolah, keterima di Unpad dan aktif di paduan suaranya, lagu Nyiur Hijau yang dinyanyikan seniorku itu masih jadi ingatan yang indah.Sampai kemudian aku makin mendalami musik paduan suara, lagu itu terus bikin aku penasaran karena aku tidak pernah kontak lagi dengan almamater SMA 3, dengan Pak Blewah juga (maap, nama betulnya: Pak Ridwan). Sementara di bank lagu di PSM Unpad, tempatku melatih anak-anak Unpad sekarang, lagu Nyiur Hijau enggak ada.

Awal September 2k6 kemaren ada tawaran untuk ikut lomba PS Mahasiswa Tingkat Nasional memperebutkan Piala Presiden. Juara I dengan hadiah 10 juta rupiah diundang untuk menyanyi di Istana Negara 28 Oktober 2k6 di hadapan Presiden dan kroco-kroconya. (^_^). Tawaran yang menarik buat Unpad untuk membina dan memperluas hubungan eksternal.Syaratnya, salah satunya harus membawakan lagu pilihan: Rayuan Pulau Kelapa, Syukur atau….NYIUR HIJAU….ow ow

Mmmm….kenangan…kenangan…kenangan…semua kembali ke awal aku mendengarkan lagu itu di upacara sekolah.

Ingatan yang indah itu bikin aku bekerja beberapa hari dengan ingatan masa lalu, menuliskan not-not angka dan mencobanya berulang-ulang dengan PSM Unpad, merevisinya berulangkali pula, kemudian ditampilkan dalam lomba (menghadapi 11 universitas lain)….dan akhirnya menang juara 1!  \(-^_^-)/.

Lagu ini mempresentasikan rasa kangenku terhadap masa lalu, juga kecintaanku sama lagu itu. Aku bersyukur masih bisa mendengarkan lagu Nyiur Hijau dalam format paduan suara yang sempat aku rasakan SMA dulu.

Aku berharap banyak orang yang juga punya pengalaman sama dengan aku bisa menuangkan perasaannya terhadap sesuatu yang indah di masa lalu.Dalam bentuk apapun. Dan itu sangat menyenangkan waktu kita berhasil merangkaikan kembali dalam sesuatu yang nyata. Buatku Nyiur Hijau itu sudah tergenapi dengan kemenangan yang jadi milik PSM Unpad, tapi kenangan yang ‘permai nyata’ itu jadi sesuatu yang indah buatku pribadi, lebih dari kemenangan itu sendiri.

Comments (1) »

Dwiki Festival

Dscn0131Dwiki festive!! Akhir agustus kemaren.Ini dia acara yang ga jelas. Konser lengkap bareng orkestra yang harusnya latihan ketat (lagu buat paduan suaranya aja banyak banget), E LADALAH…kok ya…paduan suaranya ga pernah diulik sama sang kondukteur, secaranya dari paduan suara selain Unpad, ****** dan *** banyak yang ngga ngerti nyanyi paduan suara–>ke mana-mana, dan Mas Dwiki adem ayem aja.

Paduan suara Unpad dikarantina nyaris (2 hari lagi deh) seminggu tapi bawaannya cuma main kartu, ketawa-ketawa sampai dini hari, bobo bareng (kehidupan bebas, yess).Waktu latihan sorenya, kita lebih banyak manyun nunggu…Begitu latihan, yah selewat aja beres…

Ya sudah alhasil mamam gaji buta deh anak-anak. Nih beberapa kegilaan anak Unpad buat ditayangkan. Keliatan kan kalo kurang kerjaan..

Dscn0059_1 Dscn0062_1<—Sultan Iko

<—Yang mana yang asli?

Dscn0077 Dscn0080_1<–Iko Rajaratnam van Gujarat

<–Lidya cinta sejenis?

(eveck kaca benggala )

Dscn0082_1

<–Mimi hitam lagi berduka cita, Resa Resita

Dscn0087

<–Arabian wet dreaming

Dscn0097 Dscn0118<–Teh Ivo sebagai Pocong hitam

<–cinta anak dan ayah?

cup..cup muah muwah

Dscn0121

<—neneng-neneng pengajian ti Legok Hangseur.Hihihih….

Comments (5) »